5 Gejala Penyakit Gaya Hidup Boros, Sobat Juga Mengalaminya?

Ilustrasi Gaya Hidup Boros yang Wajib Dihindari

Baru dua minggu setelah gajian, tapi uang yang tersisa di rekening tidak cukup untuk kebutuhan sampai gajian berikutnya? Tanda yang satu ini sudah cukup menunjukkan gejala gaya hidup boros yang pasti tidak sehat untuk kantong. Apalagi, bukankah idealnya Sobat sudah mengalokasikan gaji setiap bulan agar bisa memenuhi semua kebutuhan Sobat?

Secara umum, kondisi keuangan yang tidak stabil disebabkan oleh gaya hidup boros alias berlebihan. Artinya, pengeluaran tidak seimbang dengan pemasukan karena jumlahnya lebih besar daripada gaji yang didapatkan.

Kalau begitu, seperti apa tanda-tanda penyakit finansial yang satu ini? Simak daftar dan ulasannya berikut. Kalau Sobat mengalami salah satu, beberapa, atau bahkan semua gejala tersebut, artinya Sobat harus segera mengubah manajemen keuangan pribadi Sobat. Dengan begitu, kondisi keuangan tidak akan lagi morat-marit dan bahkan Sobat bisa memenuhi target bayar DP rumah dalam waktu dekat, lho!

Tanda-Tanda Gaya Hidup Boros yang Harus Dihentikan

Gaji Ludes Sebelum Waktunya

Karyawan Sedang Menghitung Tagihan

Foto; Okezone Ekonomi

Pada dasarnya, hal yang satu ini sudah cukup untuk menunjukkan kalau seseorang mengalami penyakit gaya hidup boros. Alasannya bervariasi, tapi biasanya terjadi karena kebiasaan belanja tanpa dipikir dengan matang atau tanpa perencanaan. Selain itu, keinginan untuk mengikuti gaya hidup orang lain juga sering jadi penyebab gaji kandas sebelum masanya.

Kalau Sobat mengalami hal ini, apapun alasannya, Sobat harus segera membenahi manajemen keuangan pribadi Sobat. Perbaikan ini perlu dimulai dari dalam diri sendiri dengan membiasakan gaya hidup sederhana dan mental kuat agar tidak mudah tergoda bujukan untuk belanja. Analisis pengeluaran Sobat selama ini, dan cari tahu apa saja jenis pengeluaran yang paling menyedot uang, tapi sebenarnya tidak dibutuhkan.

Baca juga: Yuk Dicoba! Ini Dia Cara Menghemat Uang Gaji dengan 4 Kebiasaan Sederhana

Persentase Jumlah Tabungan yang Terus Berkurang

Ilustrasi Karyawan dengan Kondisi Keuangan Buruk

Foto; The Atlantic

Ada alasan mengapa jumlah pengeluaran yang sama seperti jumlah pemasukan masih tetap dikategorikan boros. Hal ini dikarenakan pentingnya menyisihkan uang gaji untuk tabungan di masa depan.

Banyak yang menganjurkan kalau seseorang idealnya menyisihkan tabungan sebesar 30% dari total gaji. Nah, jika seseorang mengidap penyakit gaya hidup boros, biasanya persentase tabungannya akan menurun, baik itu secara perlahan atau cepat, sampai akhirnya tidak menabung sama sekali. Kalau Sobat ingin rekening tabungan selalu terisi, Sobat jelas perlu mengerem keinginan untuk menghamburkan uang!

Tidak Bisa Mencukupi Kebutuhan Pokok

Kebutuhan Makanan Bulanan dan Struk Belanja

Foto: Saranankri

Dari berbagai pengeluaran yang dilakukan, ada yang disebut dengan kebutuhan pokok. Kebutuhan ini harus dipenuhi, yang artinya Sobat jelas harus menganggarkannya setiap bulan. Contohnya makan, membayar tagihan listrik dan air, beli pulsa dan paket data, dan sebagainya.

Nah, kalau Sobat sampai tidak bisa memenuhi kebutuhan ini, tak perlu diragukan lagi kalau korban sudah menderita penyakit gaya hidup boros! Sobat perlu mengingat bahwa pengeluaran perlu dibuat berdasarkan prioritas, bukannya berdasarkan keinginan.

Belanja Menjadi Hobi

Hobi Belanja Menjadi Tanda Gaya Hidup Boros

Foto; MoneySmart

Saat ini, berbelanja jadi makin mudah dan murah berkat adanya berbagai diskon atau penawaran menarik seperti voucher dan cashback. Baik itu ketika berbelanja secara online atau langsung di toko, penawaran yang ada seolah tak ada hentinya.

Kalau Sobat berbelanja hanya karena ingin memanfaatkan promo, hal itu sama saja dengan berbelanja hanya berdasarkan keinginan, bukan kebutuhan. Pastinya, kebiasaan seperti ini perlu dihindari kalau Sobat ingin menjaga kesehatan finansial Sobat.

Berburu Barang Mahal Karena Ingin Menjaga “Kelas”

Tak bisa diingkari kalau memiliki barang-barang mewah dan bermerek nan mahal bisa menaikkan “kelas” seseorang di lingkungan pergaulan. Akan tetapi, kalau memang kondisi finansial Sobat tidak memungkinkan, ya jangan dipaksakan. Apalagi kalau Sobat sampai harus meminjam uang ke sana-sini demi memenuhi gaya hidup boros seperti ini.

Baca juga: 10 Cara Mengatur Keuangan Pribadi Sejak Usia 20 Tahun

Nah, dari kelima gejala di atas, apakah ada yang Sobat alami? Semoga saja tidak ada, ya! Tapi, kalau ternyata Sobat mengalami tanda-tanda tersebut, masih belum terlambat untuk mengubah gaya hidup Sobat, kok!

Selain menerapkan gaya hidup sederhana dan mengatur pengeluaran dengan bijak dan cermat, Sobat juga bisa menjaga kondisi kesehatan finansial dengan memiliki penghasilan tambahan lewat bisnis sampingan. Tapi tenang, karena sebenarnya ada banyak ide bisnis sampingan yang bisa Sobat jalankan, bahkan tanpa harus mengganggu pekerjaan Sobat di kantor.

Contohnya adalah bisnis layanan pembayaran online dan PPOB, seperti yang dimiliki Unitedtronik. Yang membuat cara ini makin mudah dan praktis adalah karena semua transaksi bisa Sobat lakukan lewat satu aplikasi saja.

Tertaik mencoba? Tenang saja, karena Sobat tak perlu mengeluarkan modal besar, kok! Sobat bisa tentukan sendiri berapa modal awalnya, dan Sobat bisa langsung bertransaksi!

Jangan tunda-tunda lagi! Download aplikasi Unitedtronik di Play Store dan App Store dan dapatkan penghasilan tambahan sekarang juga, yuk!