
Zoom diisukan menjual data pengguna ke Facebook. (Foto: zoom.us)
Zoom, aplikasi video call group yang melejit sejak pandemi COVID-19, beberapa waktu lalu sempat diisukan menjual data pengguna mereka ke Facebook. Hal ini tentu membuat banyak orang panik karena banyak orang menggunakan Zoom untuk berbagai keperluan mulai dari meeting bisnis hingga kuliah online. Dugaan ini muncul karena Zoom memiliki fungsi berbagi data ke Facebook. Padahal, sejak beberapa tahun terakhir, Facebook telah memiliki reputasi yang sangat buruk mengenai keamanan data pengguna.
Menanggapi hal tersebut, Zoom dengan sigap melakukan penyesuaian dengan menghapus fungsi tersebut dari aplikasi merekaa. Tidak hanya itu, aplikasi ini juga memperbarui kebijakan privasinya dengan menegaskan bahwa Zoom tidak melakukan aktivitas ilegal apapun mengenai data pengguna, termasuk menjualnya ke pihak ketiga.
“Kami tidak menggunakan data yang kami peroleh dari penggunaan Anda atas layanan kami, termasuk pertemuan Anda, untuk iklan apa pun. Kami menggunakan data yang kami peroleh dari Anda ketika Anda mengunjungi situs web pemasaran kami, seperti zoom.us dan zoom.com. Anda memiliki kendali atas pengaturan cookie Anda sendiri ketika mengunjungi situs web pemasaran kami,” ungkap Aparna Bawa, Chief Legal Officer Zoom dalam pernyataan di website resmi mereka.
Bawa juga meyakinkan bahwa Zoom melakkan enkripsi semua percakapan dalam grup. Hal ini berarti, Zoom tidak memantau isi percakapan dalam video yang digunakan pengguna serta tidak menyimpannya dalam cloud mereka.
