

Foto: AWSMEdia
Whatsapp menunjukkan dukungan terhadap jalannya Pemilu di Indonesia agar berjalan lebih bersih dan tertib. Terhitung sejak tanggal 21 Januari 2019, Whatsapp membatasi jumlah penerusan pesan atau forward message menjadi maksimal ke 5 pengguna. Hal ini dilakukan untuk membendung penyebaran hoaks menjelang Pemilu Presiden yang akan berlangsung bulan April mendatang.
Mulai bisnis sendiri cuma modal HP. Klik DI SINI.
VP Public Policy and Communication WhatsApp, Victoria Grand menyatakan bahwa 90 persen pengguna WhatsApp gemar meneruskan pesan pribadi. Sayangnya, 10 persen dari jumlah tersebut berisi berita yang tidak diketahui asal-usulnya. Angka tersebut yang menjadi kemungkinan penyebaran hoaks atau berita palsu.
Isi kuota bisa dari HP-mu sendiri, cukup klik DI SINI.
Lebih lanjut, Victoria menjelaskan bahwa pembatasan penerusan pesan menjadi 5 kali menurunkan kecenderungan untuk membagi pesan sampai ke angka 25 persen. Victoria menyebut bahwa hasil tersebut adalah hal yang membanggakan mengingat penyebaran berita palsu menjadi lebih mudah untuk ditekan.
Mulai bisnis sendiri cuma modal HP. Klik DI SINI.
Selain pembatasan penerusan pesan, WhatsApp juga melakukan identifikasi terhadap perilaku penggunanya. Jika WhatsApp menemukan perilaku abnormal, maka tidak menutup kemungkinan akun pengguna tersebut akan dihapus. Sebagai perbandingan, WhatsApp menghapus sekitar 400 ribu akun dalam kurun waktu 90 hari menjelang Pemilu di Brazil. Hal ini merupakan upaya untuk meminimalisir penyalahgunaan platform demi kepentingan politik dan golongan tertentu.
Gimana menurut Sobat soal aturan baru WhatsApp ini? Yuk, ikuti terus informasi terkini cukup lewat HP-mu. Pastikan kuota internetmu selalu terisi, KLIK DI SINI. (Ind.)
