Termakan Hoaks, Menara BTS 5G Dibakar Massa

Menara BTS 5G dibakar karena hoaks teori konspirasi. (Foto: Kumparan)

Pandemi COVID-19 yang tidak juga usai, membuat banyak orang di dunia mulai resah dan mudah terpedaya kabar bohong. Salah satu kabar bohon yang beberapa waktu terakhir merebak di seluruh dunia adalahadanya teori konspirasi yang menyebutkan bahwa menara BTS (Base Tranceiver Station) 5G digunakan para elit global untuk menyebarkan virus Corona (COVID-19).

Meskit terdengar bodoh, namun faktanya banyak orang yang memercayai teori konspirasi terkait COVID-19 ini. Setelah sebelumnya warga Inggris, kini masyarakat Kanada yang termakan hoaks serupa. Pada Jumat, (1/5) waktu setempat, dilaporkan terjadi pembakaran menara 5G oleh massa di kota Laval, Quebec, Kanada. Kebakaran tersebut menyebabkan 20 orang yang tinggal di sekitar menara telekomunikasi harus dievakuasi.

Tidak sampai di situ, massa kembali membakar dua menara BTS lain di kota berbeda tiga hari kemudian, dan satu menara lagi hari berikutnya. Kemudian pada Kamis (7/5), dua menara BTS lain kembali dibakar di wilayah St-Jerome dan Blainville. Seorang wanita dan pria ditangkap sebagai terduga pelaku pembakaran, namun hingga saat ini belum dijatuhi tuntutan hukuman.

Padahal, menara yang dibakar tersebut ternyata tidak memiliki jaringan 5G, namun hanya 3G dan 4G. Menara tersebut diketahui milik perusahaan telekomunikasi Bell dan Rogers. “Kami bersyukur tidak ada korban dalam kejadian ini. Sangat mengkhawatirkan melihat infrastruktur yang sangat penting untuk menjaga koneksi warga Kanada, termasuk panggilan darurat dan layanan 911, menjadi target hal yang menyebabkan nyawa masyarakat dalam bahaya,” kata juru bicara Rogers, seperti dikutip Vice.