
Saat ini, teknologi smartphone yang semakin modern membuat perangkat ini makin canggih. Nah, salah satu kemajuan yang diterapkan pada smartphone adalah penerapan fitur keamanan yang makin baik. Kalau dulunya smartphone sudah aman hanya dengan pengaturan kata sandi, sekarang para pengguna menuntut fitur yang lebih untuk keamanan yang terjamin.
Baca juga: Samsung Pamerkan Kemampuan Lipat Galaxy Fold dalam Uji Ketahanan
Salah satunya adalah pemasangan sensor sidik jari, yang bahkan sudah tertanam langsung di dalam layar dan bukannya dipasang di bodi smartphone. Penerapan teknologi ini bisa Sobat temukan di dalam smartphone flagship teranyar keluaran Samsung, yaitu Galaxy S10.
Kalau sebelumnya sensor Face Unlock Samsung Galaxy S10 yang kebobolan, sekarang giliran sensor sidik jari atau in-display fingerprint reader-nya yang jadi sasaran. Seorang pengguna yang membuat 3D print sidik jarinya telah membuktikan bahwa sensor tersebut tidak sepenuhnya aman. Hal tersebut ia bagikan di dalam sebuah unggahan yang dibagi di Imgur dengan nama pengguna darkshark.
Pengguna tersebut mengambil foto sidik jarinya di sebuah gelas anggur, kemudian memprosesnya di program Photoshop sebelum akhirnya membuat model 3D dari sidik jarinya tersebut. Setelah 13 menit dihabiskan untuk mencetak model 3D sidik jarinya, ia akhirnya bisa membuat versi model sidik jari yang mampu menipu sensor smartphone-nya itu.

Foto: darkshark/Imgur
Samsung sebelumnya menjelaskan bahwa sensor sidik jari pada perangkat Galaxy S10 tidak mengandalkan pemindai sidik jari kapasitif yang biasa digunakan di perangkat lainnya, namun menggunakan sensor ultrasonik yang diklaim lebih sulit untuk ditipu. Sementara itu, darkshark menekankan bahwa ia tidak butuh banyak waktu dan tenaga untuk membuat salinan sidik jarinya sendiri.
Baca juga: Penjualan Lesu, Samsung Tutup Kuartal Pertama dengan Penurunan Laba 60 Persen
Darkshark menjabarkan kekhawatirannya soal sensor sidik jari yang saat ini makin banyak digunakan oleh aplikasi pembayaran dan perbankan sebagai bagian dari proses autentikasi pengguna. Berdasarkan pengalamannya sendiri, darkshark hanya butuh foto, software dan akses untuk menggunakan 3D printer untuk bisa membuat salinan sidik jari dalam beberapa menit saja.
Kalau menurut Sobat, apakah hal ini akan memengaruhi minat Sobat untuk membeli Galaxy S10 atau smartphone serupa dengan fitur in-display fingerprint reader? Apapun jawaban Sobat, yang penting jangan lupa untuk isi sendiri paket data Sobat langsung dari smartphone dengan aplikasi Unitedtronik, ya! Dapatkan aplikasinya di Play Store dan App Store.
