WhatsApp Akan Mulai Pasang Iklan, Privasi Pengguna Terancam

WhatsApp akan mulai pasang iklan di awal 2020. (Foto: Forbes)

Setelah sepuluh tahun menggratiskan layanannya, WhatsApp tampaknya akan mulai menayangkan iklan di platform ini. Keputusan tersebut, tidak terlepas dari perpindahan kepemilikan aplikasi ini dari pembuatnya kepada Facebook Inc. yang dimiliki Mark Zuckerberg. Seperti diketahui, Facebook mengakuisisi aplikasi pesan populer ini pada tahun 2014 senilai US$19 miliar.

Berdasarkan perjanjian akuisisi, pendiri dan petinggi tidak akan dituntut untuk menghasilkan uang hingga lima tahun ke depan. Kini, selepas lima tahun akuisisi, Mark Zuckerberg sebagai pemegang kekuasaan tertinggi Facebook Inc, tampaknya akan segera memanfaatkan aplikasi ini untuk penayangan iklan.

Hal ini membuat pendiri WhatsApp yakni Brian Acton, marah karena Ia tidak ingin WhatsApp digunakan untuk mencari uang. Acton bersikukuh bahwa privasi data pengguna sangatlah penting dan penerapan iklan dalam aplikasi, tampaknya akan membuat hal itu mustahil dijaga.

Sebab, dalam menampilkan iklan, WhatsApp akan melakukan pembacaan dan pengolahan data pengguna demi menentukan iklan terbaik yang muncul di aplikasi mereka. Karenanya, sistem end to end encryption atau enkripsi ujung ke ujung yang selama ini menjadi jaminan keamanan privasi data pengguna, diperkirakan tidak akan lagi berfungsi di WhatsApp.

Iklan WhatsApp akan muncul di tab status sebagaimana di Facebook dan Instagram. Pengguna tidak akan menemukan iklan di tab lain selain tab status. Dengan demikian, kenyamanan pengguna dalam menggunakan aplikasi ini untuk chatting, tidak akan terlalu terpengaruh.