Makin Waspada, Inilah 4 Perbedaan Fintech Ilegal dan Legal yang Wajib Diketahui!

Perbedaan Fintech Ilegal dengan Legal

Perkembangan teknologi memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan manusia, termasuk di bidang keuangan. Salah satu buktinya adalah kelahiran fitech, yang merupakan singkatan dari financial technology. Pada dasarnya, fintech mempersingkat transaksi dari yang awalnya dilakukan secara tatap muka hingga akhirnya sekarang dapat diselesaikan dari jarak jauh, bahkan dalam hitungan detik.

Berbicara soal fintech, mungkin kredit dari fintech adalah produk yang akhir-akhir ini paling banyak didengar. Pasalnya, kredit fintech memang sangat diminati masyarakat karena kemudahan dan kepraktisan dalam proses pengajuan dananya.

Meski begitu, produk yang ditawarkan bukan hanya kredit, lho. Selain pinjaman, ada juga fintech yang bergerak di bidang reksa dana, kartu kredit, asuransi, dan  sistem pembayaran online lewat e-wallet alias dompet elektronik.

Apapun jenis produk fintech yang ingin Sobat manfaatkan, Sobat perlu memilih hanya penyedia layanan fintech yang legal, ya! Pasalnya, fintech ilegal ternyata saat ini masih banyak berkeliaran lewat iming-iming yang menggiurkan, namun ujung-ujungnya justru merugikan. Salah satunya adalah kasus fintech ilegal yang menagih pinjaman dengan bunga yang terlalu tinggi dan cara yang tidak sopan.

Kalau begitu, seperti apa ya bedanya fintech ilegal dengan yang legal? Untuk membantu Sobat mengenal dan memahaminya, yuk simak penjelasan berikut ini! Selamat membaca!

Perbandingan Fintech Ilegal dan Legal

1. Keberadaan Pengawas atau Regulator

OJK Pengawas Perusahaan Fintech

Fintech resmi diawasi oleh OJK. (Foto: UKM Kota Medan)

Kalau Sobat belum tahu, di Indonesia terdapat badan resmi yang bertugas untuk mengawas lembaga keuangan selain bank, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain menjadi pengawas, OJK juga jadi lembaga yang menerbitkan izin operasional lembaga keuangan, termasuk fintech. Jadi, agar Sobat terhindar dari fintech ilegal, pastikan perusahaan fintech tersebut terdaftar di OJK, ya! Sobat bisa langsung cek di situs resmi OJK di www.ojk.go.id.

2. Susunan Kepengurusan

Perusahaan Financial Technology Resmi

Perusahaan fintech resmi memiliki struktur organisasi atau kepengurusan yang jelas sebagai syarat untuk mendaftarkan dan mengajukan izin. (Foto: Jaringan PRIMA)

Seperti berbagai badan usaha resmi lainnya, perusahaan fintech legal juga memiliki susunan kepengurusan yang jelas. Informasi ini bisa Sobat temukan di website resmi perusahaan fintech tersebut. Sedangkan fintech ilegal, selain tidak memiliki website resmi, biasanya juga tidak memiliki struktur kepengurusan yang jelas. Pasalnya, struktur organisasi adalah salah satu syarat yang wajib diajukan untuk menjadi fintech resmi.

3. Persyaratan Pengajuan Layanan

Syarat Pengajuan Pinjaman

Fintech resmi memiliki ketentuan persyaratan pengajuan layanan yang jelas. (Foto: Best Templates)

Untuk poin yang satu ini, penjelasan akan lebih fokus pada persyaratan pinjaman karena banyak orang yang tertarik dengan layanan pinjaman online dari fintech. Nah, seperti yang barangkali sudah Sobat ketahui, pengajuan pinjaman membutuhkan berbagai persyaratan yang wajib dipenuhi, kan? Untuk perusahaan fintech resmi, syarat pengajuan pinjaman yang ditentukan tidak sembarangan.

Sementara itu, kredit yang ditawarkan fintech ilegal membutuhkan persyaratan yang jauh lebih mudah. Bahkan, tak jarang persyaratannya terlalu memudahkan. Tujuannya tentu saja agar masyarakat tertarik untuk mengajukan pinjaman. Padahal, ternyata ada “jebakan” di baliknya.

Sedangkan untuk aplikasi yang dikelola fintech ilegal, aplikasi tersebut akan meminta akses hingga di luar batas kewajaran. Contohnya akses data pribadi seperti nomor HP, bahkan bisa jadi sampai akses ke data-data pribadi. Padahal, aplikasi yang dikelola fintech resmi hanya akan meminta izin untuk akses fitur-fitur yang wajar, seperti lokasi dan kamera.

Baca juga:  Penting! Inilah 4 Hal Tentang Pinjaman Online yang Wajib Sobat Tahu

4. Penetapan Denda dan Bunga

Ilustrasi Bunga Pinjaman yang Tidak Jelas

Tingkat bunga yang ditetapkan fintech abal-abal terlalu tinggi dan tidak jelas apa dasar perhitungannya. (Foto: The Motley Fool)

Ciri yang satu ini bisa dibilang merupakan faktor pembeda yang paling signifikan untuk membandingkan fintech legal dengan yang ilegal. Penetapan bunga memang merupakan hal yang lumrah dalam pembayaran cicilan kredit. Akan tetapi, dalam fintech yang beroperasi tanpa izin resmi, tingkat bunga yang ditetapkan jauh di atas bunga rata-rata yang diberlakukan.

Di samping itu, denda yang diberlakukan atas keterlambatan pembayaran cicilan yang ditetapkan oleh perusahaan fintech ilegal juga tidak rasional. Belum lagi, banyak perusahaan ilegal yang tidak mencantumkan dengan jelas jumlah denda dan ketentuannya. Tentunya, hal ini jauh berbeda dibandingkan fintech resmi yang menjabarkan dengan jelas semua persyaratan bunga dan denda.

Tentunya masih ada berbagai perbedaan yang bisa Sobat gunakan sebagai panduan untuk mengidentifikasi perusahaan fintech yang resmi dengan yang tidak resmi. Hanya saja, keempat perbedaan di atas bisa jadi panduan awal untuk membantu Sobat ketika akan menggunakan layanan fintech, termasuk kredit alias pinjaman, maupun untuk investasi.

Selain itu, daripada menggantungkan diri pada pinjaman, Sobat bisa mulai biasakan menabung mulai dari sekarang untuk kebutuhan-kebutuhan yang mendesak atau untuk membeli barang tertentu, lho. Walaupun gaji dirasa pas-pasan pun Sobat tak perlu khawatir, karena pasti ada jalan keluarnya.

Salah satunya adalah dengan mendapatkan penghasilan tambahan lewat bisnis sampingan. Tak perlu bingung juga soal modal, karena banyak usaha sampingan yang sekarang bisa dimulai dengan modal minim sekalipun. Salahnya satunya jadi agen pulsa dan pembayaran PPOB dengan aplikasi Unitedtronik.

Dengan Unitedtronik, Sobat tak perlu berjualan lewat toko sekalipun karena semua bisa dilayani lewat satu aplikasi. Selain itu, Sobat jadi bisa berjualan kapan saja dan di mana saja, termasuk ketika ada di kantor, kan?

Nah, tunggu apa lagi? Tak ada kata terlambat untuk memulai bisnis sampingan dan mendapatkan penghasilan tambahan, kok! Jadi, yuk download aplikasi Unitedtronik sekarang juga di Play Store dan App Store, gratis!