Ini Alasan Tagihan Listrik Naik di Bulan April

alasan tarif listrik april naik

Tagihan bulan April naik karena PSBB. (Foto: kumparan.com)

Beberapa waktu terakhir, masyarakat dikejutkan dengan tagihan listrik yang meningkat cukup tajam dibanding bulan sebelumnya. Banyak yang menanyakan apakah tarif listrik naik terkait COVID-19. Banyaknya masyarakat yang menanyakan hal ini membuat PLN akhirnya memberikan penjelasan mengenai alasan tagihan listrik naik di bulan April.

EVP Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka, menyatakan pada Rabu (6/5) bahwa sejak Maret 2020, PLN tak lagi mengirim petugas pencatat meteran ke lapangan demi mencegah penularan virus corona. Sebagai gantinya, PLN menagih sesuai rata-rata pemakaian pelanggan dalam tiga bulan terakhir. Tagihan untuk pemakaian listrik di bulan Maret sesuai dengan rata-rata pemakaian tiga bulan sebelumnya.

Hal ini kemudian berubah karena adanya perubahan pola pemakaian masyarakat. Sejak bulan Maret 2020, banyak masyarakat yang melakukan work from home pembatasan sosial sehingga pemakaian listrik di rumah pun meningkat. Hal ini membuat PLN terpaksa menaikkan tarif listrik di bulan Maret dan April. Tagihan bulan Maret yang kurang dibayarkan, dibebankan ke tagihan bulan April sehingga tagihan bulan April menjadi meningkat hingga 60%.

“Misalnya, rata-rata pemakaian sebulan 50 kWh. Tapi kan sejak Maret itu orang mulai intensitas meninggi, sudah 70 kWh. Jadi, real-nya konsumsi mereka 70 kWh tapi kita tagih 50 kWh, berarti ada 20 kWh yang belum tertagih. Ini kita carry over ke April. Saat mereka pembayaran, itu ada yang 20 kWh terbawa ke tagihan Mei yang merupakan penggunaan April. Jadi itu 90 kWh. Di sana tercatat 90 kWh plus 20 kWh yang carry over bulan Maret. Jadi muncul tagihan 110 kWh seolah-olah tinggi. Ada konsumsi carry over 20 kWh di Maret dan ada peningkatan 40 kWh di April,” jelas Suprateka dalam konferensi pers online. Hal tersebut yang akhirnya menjelaskan alasan tagihan bulan April naik.