Lindungi Masyrakat, Kominfo Blokir 4.020 Situs Fintech Ilegal

Kominfo blokir ribuan situs dan aplikasi fintech ilegal. (Foto: pexels.com)

Pada keterangan pers tanggal 10 Januari 2020, Kominfo melalui Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu menyatakan bahwa di sepanjang bulan Agustus 2018-Desember 2019, Kominfo telah memblokir sejumlah 4.020 situs dan aplikasi fintech ilegal.

Pemblokiran ini merupakan tindak lanjut dari pemantauan yang dilakukan melalui mesin AIS. Hal ini sekaligus sebagai wujud komitmen Kominfo untuk melindungi masyarakat dari fintech ilegal. Seperti diketahui, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, keberadaan fintech di Indonesia memang menjamur. Tidak sedikit kasus seseorang terbelit hutang yang berasal dari bunga finteh yang tidak masuk akal.

Pemblokiran situs fintech abal-abal ini merupakan hasil kerja Kominfo sebagai bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi yang dibentuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Satgas ini memiliki misi untuk melindungi masyarakat dari fintech iegal.

Menurut keterangan Ferdinandus, pada Agustus – Desember 2019, Kominfo memblokir 211 situs dan 527 aplikasi fintech ilegal yang ada di Google Play Store. Kemudian pada tahun 2019, sebanyak 841 situs, 1085 aplikasi di Google Play Store serta 1356 aplikasi selain di Google Play Store kembali dilarang oleh Kominfo. Tingginya jumlah situs dan aplikasi fintech ini menunjukkan permintaan pasar sangat tinggi terhadap kemudahan pinjaman.

Oleh karena itu, jika tidak berhati-hati, masyarakat yang akan dirugikan dengan jeratan bunga sangat tinggi dari berbagai macam aplikasi penyedia pinjaman dana ini. Tidak hanya jeratan bunga yang tidak masuk akal, kebanyakan aplikasi fintech ilegal melakukan banyak pelanggaran privasi data pengguna.

Sebagai upaya pertama untuk menghindari fintech ilegal, Sobat bisa mengunjungi laman cekrening.id yang dikembangkan oleh Kominfo. Melalui rekening ini, Sobat bisa mengecek apakah sebuah rekening pernah dilaporkan atas kasus penipuan. Selain itu, Sobat juga bisa melaporkan rekening yang terkait dengan tindakan pidana penipuan, investasi palsu, narkotika dan obat terlarang, terorisme, dan kejahatan lainnya.

#YukMulai waspada dan berhati-hati. Jangan lengah dan selalu waspada terhadap kejanggalan transaksi sekecil apapun agar Sobat selalu terhindar dari upaya penipuan.