
Beberapa saat lalu, kasus jual-beli data pribadi di internet menjadi sorotan pemerintah dan masyarakat di Indonesia. Pasalnya, data pribadi yang sifatnya rahasia tersebut diperjual-belikan dengan bebas dan mudah. Jenis data yang dijual pun beragam, seperti nomor Kartu Keluarga (KK), KTP, dan sebagainya.
Lantas, pertanyaan berikutnya yang barangkali terlintas di pikiran Sobat adalah bagaimana caranya oknum-oknum tersebut bisa mendapatkan data-data penting itu? Apalagi, muncul kabar bahwa oknum penjualnya bukan pegawai pemerintah dan mendapatkan data-data pribadi penduduk dari pihak ketiga.

Ilustrasi transaksi jual-beli data di internet. (Foto: Euro2day)
Untuk saat ini, daripada Sobat memusingkan oknum-oknum yang terlibat, sebaiknya Sobat dengan segera mengamankan data-data pribadi yang Sobat miliki. Walaupun Sobat saat ini tidak menjadi korban, jangan sampai Sobat lengah, ya! Sobat bisa mulai dengan melakukan empat langkah perlindungan data pribadi berikut ini.
Cegah Jual-Beli Data Pribadi, Lindungi Diri dengan 4 Cara Ini
1. Jangan Unggah Dokumen Penting ke Media Sosial
Sayangnya, tak sedikit orang yang mengunggah foto KTP, SIM, KK, atau dokumen penting lainnya ke media sosial. Padahal, dokumen yang diunggah mencantumkan dengan jelas informasi penting seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor KK, alamat, dan sebagainya. Padahal, data-data tersebut bisa digunakan dengan mudah oleh oknum tak bertanggung jawab untuk beraksi.
2. Jangan Install Aplikasi Mencurigakan
Walaupun kelihatannya tidak ada hubungannya, sebenarnya keberadaan aplikasi mencurigakan di smartphone bisa membahayakan keamanan data pribadi Sobat karena aplikasi seperti itu biasanya merupakan malware. Karena itu, jangan pernah download dan install aplikasi selain lewat Play Store atau App Store, ya!
Baca juga: 6 Tips Pintar Belanja Kebutuhan Sehari-Hari, Pasti Hemat!
3. Tidak Sembarangan Gunakan VPN
Virtual Private Network (VPN) adalah layanan yang digunakan untuk mengakses internet tanpa mengungkapkan lokasi atau “alamat” perangkat pengguna. Ketika Facebook, Instagram, dan WhatsApp tidak bisa diakses selama beberapa hari bulan Mei kemarin, aplikasi VPN jadi sorotan karena jadi solusi masyarakat yang ingin mengakses media sosial selama aksesnya dibatasi oleh pemerintah.
Akan tetapi, mengakses internet dengan aplikasi VPN juga memiliki beberapa risiko keamanan data. Sebagai buktinya, banyak pengguna kartu kredit yang dibobol karena pernah mengakses data perbankan mereka ketika terhubung ke internet lewat VPN. Belum lagi, ada risiko infeksi virus pada perangkat Sobat yang sama-sama merugikan.
4. Jangan Sembarangan Memberikan Dokumen atau Data Penting
Terkadang, biro jasa atau calo jadi solusi yang dirasa praktis ketika Sobat malas atau terlalu sibuk untuk mengurus dokumen penting lainnya, seperti perpanjangan SIM. Hanya dengan memberikan uang jasa dan menyerahkan dokumen yang disyaratkan, urusan pun beres.
Hanya saja, apakah Sobat yakin kalau biro jasa tersebut memang sepenuhnya bisa dipercaya dan bisa menjamin kerahasiaan data Sobat? Ingat bahwa dokumen yang Sobat serahkan seluruhnya adalah dokumen sensitif yang penting dan mengandung data pribadi.
Hal yang sama juga berlaku ketika Sobat menerima SMS tawaran pinjaman. Sobat perlu berhati-hati, karena pinjaman tersebut sudah terbukti bukan dari lembaga yang resmi seperti bank. Apalagi, sudah ada banyak orang yang menjadi korban karena data yang mereka berikan untuk mengajukan pinjaman tersebut malah digunakan untuk kepentingan lain yang merugikan mereka.
Selain data seperti biodata dan nomor dokumen penting, ada juga data nomor HP yang biasanya juga jadi sasaran para “pemulung” data. Karena itu, Sobat juga perlu berhati-hati dalam memberikan nomor HP. Apalagi, nomor HP sekarang juga terdaftar dengan nomor KK dan KTP.
Untuk keamanan data yang makin maksimal, Sobat bisa pilih isi ulang pulsa dan paket internet sendiri. Semuanya bisa dilakukan sendiri langsung dari smartphone, jadi Sobat tidak perlu memberikan data apapun kepada orang lain. Di samping itu, aplikasi isi pulsanya pun terdaftar di Play Store dan App Store, jadi sudah terjamin keamanannya, seperti aplikasi Unitedtronik.
Sobat hanya perlu download dan install aplikasi Unitedtronik, kemudian daftar dan isi saldo yang nominalnya bisa ditentukan sendiri. Kemudian Sobat bisa beli pulsa, paket data, sampai melakukan pembayaran PPOB kapan saja, sesuai kebutuhan!
Download aplikasi Unitedtronik di Play Store dan App Store sekarang juga, gratis!
