

Smartphone alias gawai menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi sebagian orang. Tidak hanya untuk berkomunikasi, gawai bahkan menjadi adiksi alias ketergantungan. Namun ternyata, sebenarnya, hal itu tidak sepenuhnya berlaku di Indonesia.
Baca juga: Satu Ponsel dengan Tujuh Kamera, Seperti Ini Penampakan Nokia 9 Pureview
Dilansir dari Pew Research Center, sebesar 57 persen dari total orang dewasa di Indonesia tidak menggunakan ponsel. Jumlah ini terdiri dari 28 persen yang memiliki ponsel biasa tanpa fitur dan sisanya tidak memiliki ponsel sama sekali. Hal ini berarti, lebih dari separuh dari total orang dewasa di Indonesia tidak menggunakan gawai.
Baca juga: Samsung Klaim Berhasil Menjual Seri Galaxy Sebanyak 2 Miliar Unit
Hal ini berbanding lurus dengan kondisi ekonomi masyarakat yang belum memungkinkan untuk menggunakan gawai dengan semua beban biaya tambahannya. Sebagai perbandingan, penggunaan ponsel di negara-negara maju lebih besar dibandingkan dengan negara berkembang.
Baca juga: Smartwatch Sedang Ngetren, Ternyata Ini Fungsinya untuk Kesehatan Tubuh
Korea Selatan, misalnya, adalah negara dengan kepemilikan ponsel terbesar. Kepemilikan ponsel di pada orang dewasa di Korea Selatan mencapai 100 persen di mana sebesar 95 persennya menggunakan gawai. Negara selanjutnya adalah Israel dengan angka kepemilikan ponsel pada orang dewasa mencapai 98 persen dengan pengguna gawai sebanyak 88 persen.
Baca juga: Jangan Percaya! 5 Hal tentang Baterai Handphone Ini Ternyata Cuma Mitos
Selain Indonesia, negara berkembang lain dengan tingkat kepemilikan gawai yang rendah adalah India dan Nigeria. Update terus info soal tren gadget terkini dengan kuota internet yang selalu terisi. Cek harga paket internet favoritmu DI SINI. (Ind.)
